Kamis, 16 Agustus 2012

Palestina, Tanah Suci Penuh Prahara




Sedikit melirik saudara kita yang ada di Palestina, bagaimana kabar mereka?


Yah, dorongan dalam menulis tentang Palestina adalah karena saya sedang mempunyai rasa untuk Palestina, baik iba maupun cinta. Sebenarnya sudah lama saya selalu mencari informasi tentang hal-hal yang berkembang di negara tersebut, namun baru kali ini saya akan mencoba membaginya bersama kalian semua disini.


Kita tahu kalau Palestina adalah negara yang ada di Timur Tengah, antara Laut Tengah dan Sungai Yordan. Dan disini saya hanya akan membagi apa yang saya tahu saja, dan tidak secara mendetail. Kalau ingin mengetahui secara mendetail tentang letak, sejarahnya bisa langsung saja kunjungi website Wikipedia ini, klik !


Nah, lanjut. Saya sudah sering browsing mengenai Palestina, dan kebanyakan yang muncul hanyalah serba-serbi kekerasan, peperangan, dan keadaan yang ironis disana. Apalagi hati saya terasa teriris-iris saat melihat tayangan video di Youtube. Tentang keganasan tentara Israeli, dan jeritan para anak kecil disana. Dan terlebih lagi saya kagum dengan perjuangan para pemuda disana yang tidak takut mati. Inilah beberapa bait lagu yang di ciptakan oleh Edcoustic yang berjudul Pemuda Palestina,


"Tiada kusesal berdiri di tepian jalan
Walau hanya batu, senjataku melawan engkau
Inilah negeriku dan kami pantas berontak
Perang takkan usai sampai Palestina mulia
Kusadari sebiadab apa dirimu
Dan kau perlu tahu ada Allah diatas sana
Aku kencang berlari
Biar kuhadang dengan apa yang kupunya
Hunus saja tubuh ini
Biar ku syahid itu mati yang mulia
Barisan kami pemuda Palestina
Mimpi jika engkau berharap kami berhenti
Perang takkan usai sampai Palestina mulia
Tanah suci ini kelak akan menjadi saksi
Saat kau terima kekalahan bertubi-tubi"

Nah, sepenggal lagu itu sungguh berati mengujam hati. Apalagi ditambah mendengar langsung musiknya. Dan ada lagu lain, bila kita mendengar alunan musiknya dan liriknya bisa membuat air mata kita tak sadar jatuh, yaitu lagu Sami Yusuf judulnya Forever Palestine. Serta lagu lain adalah lagu yang dibawakan oleh Michael Heart berjudul We will not Go Down (Gaza).

Sekarang, kita membahas dari awal, ada apa di Palestina?

Di Palestina sekarang berkecamuk perang, meskipun belum terjadi penghancuran habis-habisan, namun warga disana tentulah selalu menghadapi perang batin. Karena pada awalnya Palestina di boikot oleh Israel. Jadi, tidak ada barang sedikit pun yang bisa melintasi Palestina. Disana orang tak bersalah banyak dibantai oleh orang Yahudi Israel. Kebutuhan pangan, sandangpun sudah tak menckupi lagi. Kenapa hal itu bisa terjadi?
Banyak kesimpangsiuran kenapa konflik itu bisa terjadi.

Pertama.

Ada yang bilang bahwa orang Yahudi ingin membongkar masjid Al-Aqsa karena darisanalah akan muncul Dajjal, makhluk yang akan datang pada hari kiamat yang ditunggu oleh kaum Yahudi. Namun, tentu saja umat muslim tidak akan membiarkan hal itu terjadi karena masjid itu adalah masjid pertama yang digunakan sebagai kiblat umat muslim sebelum akhirnya dipindahkan ke Kakbah di Mekkah. Dan yang lebih mengerankannya lagi adalah pemerintah PBB tidak ada yang mencoba menghentikan pertikaian tersebut, bahkan disinyalir dana yang digunakan oleh kaum Yahudi Israel adalah bantuan dari Amerika Serikat.
Bahkan berbagai cara juga sedang ditempuh oleh orang-orang Yahudi untuk mengaburkan padangan orang diseluruh dunia.
Yaitu pengaburan yang mana masjid Al-Aqsa dan yang mana bangunan Dome of the Rock itu. Banyak website yang sudah mengatakan bahwa masjid Al-Aqsa adalah Dome of the Rock, padahal bukan!
Mungkin masih banyak di antara kita yang belum mengetahui bahwa gambar Masjid dengan kubah emas yang tersebar di beberapa media dan dikenal dengan sebutan Masjid Al-Aqsha, tempat suci (al-Haram) ke tiga dan Kiblat pertama kali umat Islam, serta tempat Isra dan Mikraj Nabi Muhammad SAW ternyata Qubbah ash-Shakhra (The Dome of the Rock). Itulah pendapat beberapa sejarawan Timur Tengah.
Para Zionis Yahudi mecoba mengganti pengertian bahwa Dome of the Rock itu adalah masjid Al-Aqsa, jadi apabila kebanyakan manusia sudah tidak mengetahui yang mana masjid Al-Aqsa, maka bisa dihancurkan kapan saja. Mereka mencoba mengilangan gambar masjid Al-Aqsa.
Coba kita lihat perbedaanya!
(untuk referensi : website1, website2, website3, website4, Youtube )









Dari gambar diatas yang mana masjid Al-Aqsa? Yup, anda salah! Majid Al-Aqsa adalah masjid yang kubahnya berwarna agak biru dibelakang, bukan masjid dengan kubah emas, itu adalah Dome of the Rock.
Untuk lebih jelas, lihat gambar dibawah :






Sudah jelas kan?




Contoh website yang menampilkan masjid Al-Aqsa = Dome of the Rock
website1 , website2, website3, website4

Kedua.

Israel memberi alasan penyerangan karena adanya serangan dari Hamas dan gerakan militan para pelaku bom bunuh diri dari Palestina. 
Mengutip dari novel kisah nyata "Jalan Jihad Sang Dokter" oleh dr. Joerizal Jurnalis bahwa jargon "habisi Hamas" menjadi jargon di Israel, bahkan para perdana menteri menjanjikan untuk menghabisi Hamas apabila mereka terpilih.  Yang mau tau lebih tentang Hamas dll sejarah yang sedikit berat untuk dibaca, bagi kalian yang penasaran segera ke Gramedia terdekat dan baca bagian awal novel tersebut.


Namun, disisi lain dari pihak warga Palestina, mereka menganggap bahwa Hamas adalah organisasi penolong mereka yang berani melawan kebengisan Israel. Nyatanya, banyak serangan dari Hamas yang hanya merusak tempat, dan tak begitu parah itupun karena sebuah perjuangan untuk mempertahankan tanah air mereka. Sedangkan Israel selalu memborbardir wilayah Palestina sampai hancur lebur, juga menimbulkan banyak korban baik luka, trauma, dan kematian yang mengancam setiap saat. 
 Kalau boleh dibilang, ini adalah genosida. Bagaimana perlawanan warga Palestina yang hanya menggunakan batu dibandingkan dengan rudal Israel, tank, dan jetnya?
Banyak warga Palestina yang meninggal dengan mengenaskan, dan dunia hanya diam. AS apalagi.
Rakyat Palestina selalu berani mati untuk berjihad di jalan Allah SWT. Namun itu semua adalah sebuah keterpaksaan diatas sebuah ketidakberdayaan. Kalau kita diserang bagaimana bisa kita tinggal diam? Palestina tidak akan melawan jika tak ada yang memulai perang terlebih dahulu. 

الشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمَاتُ قِصَاصٌ ۚ فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. 

"Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu." Palestina hanya mempertahankan diri. See?

Disini saya akan menuturkan banyak kisah dan opini, serta fakta menyingkap semua tabir yang ada. Namun untuk mengerti bagaimana mereka semua di Plestina dan apa yang sebenarnya terjadi, tak cukup hanya membaca blog ini. Saya sarankan beberapa (dari banyak) buku tentang keluarga kita di tanah suci itu. Serta film berjudul, Death in Gaza. Serta banyak video di Youtube yang membuat hati kita akan bergetar. Kita bisa mencerna dan mengambil sisi baik dari sana.

Perjalanan para dokter dan relawan bersama BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) ini patut dibaca karena mengisahkan cerita yang nyata dan benar adanya. (Membalut Luka Gaza - dr. Prita K., Sp. OG., dkk)

Buku ini termasuk novel fiktif namun ceritanya banyak yang menggambarkan kisah anak kecil di Gaza. (Gadis Kecil di Tepi Gaza - Vanny Chrisma W.)

Buku ini recommended sekali, meski ceritanya pendek per bab, namun sangat mengena. Saya menangis dibuatnya. Karena dari sini saya melihat begitu banyak sisi lain dari kehidupan. Selain itu 100% royalti buku ini disumbangkan ke Palestina. Jadi tunggu apalagi? Ayo mebantu dengan membaca kisah didalamnya dan menyumbang sedikit yang kita bisa. Go grab it! (Jerit dan Tangis Bocah Kecil Gaza - Iza Haidar Ahnaf)

 
Dan masih banyak lagi, saya juga masih proses hunting buku lain untuk referensi, nanti saya share ke blog sekalian untuk penjelasan alasan lain mengapa Israel menindas Palestina.

To be continued...
»»  READMORE....