Jumat, 29 November 2013

Belajar dari Kisah Juha

 

Juha dalam sastra Arab identik dengan kisah-kisah lucu sarat makna. Dia selalu saja berseberangan pendapat dengan anaknya dalam sebagian prilaku, setiap dia memerintahkan anaknya untuk melakukan sesuatu, sang anak selalu menyanggahnya dengan beralasan, “Apa kata orang nanti kepada kita, kalau kita melakukannya.?”

Suatu kali, dia ingin memberikan pelajaran kepada sang anak sehingga bermanfa’at baginya dan membuatnya tidak selalu berusaha untuk mendapatkan restu dan kerelaan semua orang, sebab kerelaan manusia itu sesuatu yang tidak diketahui batasnya. Maka, dia pun mengambil seekor keledai lalu menungganginya dan menyuruh sang anak berjalan di belakangnya. Baru berjalan beberapa langkah, lewatlah sebagian wanita yang lalu menyoraki Juha,
“Wah, ada apa dengan orang ini.! Tidakkah ada kasih sayang di hatimu? Kok, kamu yang naik sedangkan anakmu yang kecil itu kelelahan berjalan di belakang.?”

Maka, Juha pun turun dari keledainya dan menyuruh sang anak yang naik. Tak berapa lama berjalan, lewat pula segerombolan orang tua yang duduk-duduk di bawah terik matahari, maka masing-masing ayah dan anak ini saling menepukkan telapak tangan sehingga mengundang perhatian orang-orang lainnya ke arah orang dungu yang berjalan dan membiarkan anaknya berada di atas keledai tersebut. Mereka berkata,
“Wahai orang tua, kamu berjalan kaki padahal sudah tua sementara anakmu kau biarkan naik kendaraan. Bagaimana kamu bisa mendidiknya agar memiliki rasa malu dan beretika.?”

“Apakah kamu sudah mendengar apa omongan mereka barusan? Kalau begitu, mari kita naik bareng-bareng.” Kata Juha kepada anaknya

Lalu mereka berdua menaikinya bersama-sama dan berjalan, tetapi di tengah perjalanan, kebetulan bertemulah mereka dengan sekelompok orang yang dikenal sebagai kelompok pencinta binatang. Melihat pemandangan itu, mereka meneriaki sang ayah dan anak,
“Takutlah kepada Allah, kasihanilah binatang yang kurus-kering ini. Apakah kalian berdua menungganginya bersama-sama padahal timbangan masing-masing kalian lebih berat daripada keledai ini.?”

“Kamu dengar tadi,?” kata Juha kepada anaknya sambil ia turun dan menurunkan anaknya

“Kalau begitu, mari kita berjalan bersama-sama dan kita biarkan keledai ini berjalan di hadapan kita sehingga kita bisa terhindar dari ucapan miring orang laki-laki, wanita dan para pencinta binatang tersebut,” kata Juha lagi

Mereka berdua kemudian terus berlalu sementara keledai berjalan di depan mereka. Kebetulan mereka berpapasan lagi dengan segerombolan pemuda-pemuda berandalan. Melihat pemandangan tersebut, mereka menggunakan kesempatan untuk mengejek seraya berkata,
“Demi Allah, yang pantas adalah keledai ini yang menaiki kalian berdua sehingga kalian dapat membuatnya terhindar dari kendala-kendala di jalan.”

Cerita terus berkembang dan menyebutkan bahwa Juha rupanya mau mendengar ucapan pemuda-pemuda berandalan tersebut. Dia dan anaknya lalu pergi ke sebuah pohon di tepi jalan, kemudian memotong cabangnya yang kuat dan menambatkan keledai ke cabang tersebut, lantas Juha memikul satu sisi dan anaknya satu sisi yang lain.

Baru beberapa langkah mereka berlalu, rupanya ada beberapa orang di belakang mereka yang menertawakan pemandangan yang aneh tersebut, sehingga mereka berdua distop oleh polisi dan digiring ke rumah sakit jiwa. Ketika Juha sampai di rumah sakit tersebut, tibalah baginya saat yang tepat untuk menjelaskan ringkasan eksperimen mereka yang telah mencapai puncaknya itu. Dia menoleh ke arah anaknya, lalu berkata,
“Wahai anandaku, inilah akibatnya bagi orang yang selalu mendengar omongan-omongan orang; ini dan itu serta hanya ingin mendapatkan kerelaan mereka semua.”

Kejadian itu merupakan pelajaran yang amat berharga bagi anak si Juha yang akan selalu diingat-ingatnya dan didokumentasikan pula oleh sejarah.

»»  READMORE....

Minggu, 21 Juli 2013

Sistem Imun

A. Antigen

Antigen adalah sebuah zat yang merangsang respon imun, terutama dalam menghasilkan antibodi. Antigen biasanya berupa protein atau polisakarida, tetapi dapat juga berupa molekul lainnya, termasuk molekul kecil (hapten) yang bergabung dengan protein-pembawa atau carrier.

Antigen merupakan bahan asing yang dikenal dan merupakan target yang akan dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh.
Antigen ditemukan di permukaan seluruh sel, tetapi dalam keadaan normal, sistem kekebalan seseorang tidak bereaksi terhadap selnya sendiri. Sehingga dapat dikatakan antigen merupakan sebuah zat yang menstimulasi tanggapan imun, terutama dalam produksi antibodi. Antigen biasanya protein atau polisakarida, tetapi dapat juga berupa molekul lainnya, termasuk molekul kecil (hapten) dipasangkan ke protein-pembawa. Pada umumnya, antigen-antigen dapat di klasifikasikan menjadi dua jenis utama, yaitu antigen eksogen dan antigen endogen.

Antigen eksogen adalah antigen-antigen yang disajikan dari luar kepada hospes dalam bentuk mikroorganisme,tepung sari,obat-obatan atau polutan. Antigen ini bertanggungjawab terhadap suatu spektrum penyakit manusia, mulai dari penyakit infeksi sampai ke penyakit-penyakit yang dibenahi secara immologi, seperti pada asma.

Antigen endogen adalah antigen yang terdapat didalam tubuh dan meliputi antigen-antigen berikut:antigen senogeneik (heterolog), antigen autolog dan antigen idiotipik atau antigen alogenik (homolog). Antigen senogeneik adalah antigen yang terdapat dalam aneka macam spesies yang secara filogenetik tidak ada hubungannya, antigen-antigen ini penting untuk mendiagnosa penyakit. Kelompok-kelompok antigen yang paling banyak mempunyai arti klinik adalah kelompok-kelompok antigen yang digunakan untuk membedakan satu individu spesies dengan individu spesies yang sama. Pada manusia determinan antigen semacam ini terdapat pada sel darah merah,sel darah putih trombosit, protein serum, dan permukaan sel-sel yang menyusun jaringan tertentu dari tubuh, termaksud antigen-antigen histokompatibilitas. Antigen ini dikenal antigen polomorfik, karena adanya dua atau lebih bentuk-bentuk yang berbeda secara genetik didalam populasi.

B. Antibodi

Antibodi adalah glikoprotein dengan struktur tertentu yang disekresi dari pencerap limfosit-B yang telah teraktivasi menjadi sel plasma, sebagai respon dari antigen tertentu dan reaktif terhadap antigen tersebut. Sistem imunitas manusia ditentukan oleh kemampuan tubuh untuk memproduksi antibodi untuk melawan antigen. Antibodi dapat ditemukan pada darah atau kelenjar tubuh vertebrata lainnya, dan digunakan oleh sistem kekebalan tubuh untuk mengidentifikasikan dan menetralisasikan benda asing seperti bakteri dan virus. Molekul antibodi beredar di dalam pembuluh darah dan memasuki jaringan tubuh melalui proses peradangan. Mereka terbuat dari sedikit struktur dasar yang disebut rantai. Tiap antibodi memiliki dua rantai berat besar dan dua rantai ringan.

Cara Pembentukan Antibodi

Mekanisme sebenarnya dari pembuatan antibodi sebagai reaksi atas masuknya antigen masih belum diketahui secara pasti. Hal ini memicu timbulnya beberapa teori yang memberi gambaran mengenai sintesis antibodi ditinjau dari beberapa sudut.


I. Teori Selektif

Teori ini menyatakan bahwa pada permukaan setiap sel pembentuk antibodi di dalam tubuh terdapat gugusan-gugusan kimia yang khas, yang disebut side chain, semacam reseptor yang berfungsi seperti antibodi dan dapat mengikat antigen yang sesuai untuknya. Antigen itu akan merusak reseptor yang berlebihan dan dilepaskan oleh sel ke dalam serum sebagai antibodi. Teori ini kemudian ditinggalkan karena dianggap tidak masuk akal bahwa untuk berbagai macam antigen yang tidak terbatas banyakya telah disediakan resaptor yang sesuai pada permukaan sel.


II. Teori Instruktif

Teori ini menyatakan bahwa antigen bekerja sebagai cetakan atau template dan persediaan gamma-globulin di dalam badan yang belum mempunyai bentuk tertentu kemudian menyesuaikan bentuknya sehingga berupa bentuk komplementer dari antigen. Bentuk ini kemudian dapat dipertahankan dengan ikatan-ikatan disulfida, ikatan-ikatan hydrogen dan sebagainya. Teori ini tidak dapat dipertahankan setelah diketahui bahwa sifat khas antibodi ditentukan oleh urutan asam amino di bagian variabel FAB (Fragment Antigen Binding), yang pembentukannya ditentukan oleh suatu messenger RNA dan perubahan mRNA tidak dapat terjadi secepat kontak dengan antigen.


III. Teori Seleksi Klonal

Teori ini berdasarkan kemampuan mutasi dan seleksi dari sel-sel tertentu di dalam tubuh sesuai dengan kemampuan yang sama pada kuman. Sel yang berperan dalam reaksi kekebalan, sel limfosit, hanya dapat mengikat satu jenis antigen. Kemampuan ini telah ada sejak lahir dan merupakan sifat bawaaan. Dengan demikian maka sel-sel limfosit di dalam tubuh merupakan kumpulan sel yang berlainan, ada yang dapat bereaksi dengan satu antigen dan ada yang bereaksi dengan antigen lain. Bila antigen masuk ke dalam tubuh ia diikat oleh reseptor pada permukaan limfosit yang cocok, dan sel limfosit itu akan mengalami proliferasi dan membentuk satu clone. Sebagian dari sel clone ini akan mengeluarkan antibodi dan sebagian lain akan menyebar melalui aliran darah dan limfe ke dalam jaringan tubuh sebagai cadangan sel yang sensitif terhadap antigen itu (memory cells). Antigen yang sama apabila masuk ke dalam tubuh untuk kedua kalinya akan bertemu dengan sel cadangan ini dan mengakibatkan terbentuknya antibodi yang lebih cepat dan lebih banyak.


C. Penyebab Terjadinya Kekebalan Tubuh

Autoimunitas adalah kegagalan suatu organisme untuk mengenali bagian dari dirinya sendiri sebagai bagian dari dirinya, yang membuat respon kekebalan melawan sel dan jaringan miliknya sendiri. Beberapa penyakit yang dihasilkan dari kelainan respon kekebalan ini dinamakan penyakit autoimun.

Contohnya meliputi penyakit Coeliac, diabetes melitus tipe 1, Systemic Lupus Erythematosus, Sjögren's syndrome, Churg-Strauss Syndrome, Hashimoto's thyroiditis, Graves' disease, idiopathic thrombocytopenic purpura, dan rheumatoid arthritis (RA).

Kesalahan yang menyebabkan sistem kekebalan melawan suatu individu yang seharusnya dilindunginya bukanlah hal yang baru. Paul Ehrlich pada awal abad ke 20 mengajukan konsep horror autotoxicus, di mana jaringan suatu organisme dimakan oleh sistem kekebalannya sendiri.

Semua respon autoimun dulunya dipercaya sebagai hal yang abnormal dan dikaitkan dengan suatu kelainan. Namun saat ini diketahui bahwa respon autoimun adalah bagian terpisah dari sistem kekebalan vertebrata, umumnya untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh toleransi imunologikal terhadap antigen milik sendiri.

Isoimunitas

Isoimunitas adalah keadaan dimana tubuh mendapatkan kekebalan dari individu lain yang melawan sel tubuhnya sendiri. Isoimunitas dapat muncul akibat transfusi darah atau karena cangkok organ dari orang lain.

Heteroimun adalah imunisasi yang diperoleh dari individu yang berbeda dan dari spesies yang berbeda pula.

D. Mekanisme Pertahanan Tubuh

Imunitas atau kekebalan adalah sistem mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh patogen serta sel tumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus sampai cacing parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat dan jaringan agar tetap dapat berfungsi seperti biasa. Deteksi sistem ini sulit karena adaptasi patogen dan memiliki cara baru agar dapat menginfeksi organisme.

Untuk selamat dari tantangan ini, beberapa mekanisme telah berevolusi yang menetralisir patogen. Bahkan organisme uniselular seperti bakteri dimusnahkan oleh sistem enzim yang melindungi terhadap infeksi virus. Mekanisme yang lebih berpengalaman berkembang secara relatif baru-baru ini, dengan adanya evolusi vertebrata. Imunitas vertebrata seperti manusia berisi banyak jenis protein, sel, organ tubuh dan jaringan yang berinteraksi pada jaringan yang rumit dan dinamin. Sebagai bagian dari respon imun yang lebih kompleks ini, sistem vertebrata mengadaptasi untuk mengakui patogen khusus secara lebih efektif. Proses adaptasi membuat memori imunologis dan membuat perlindungan yang lebih efektif selama pertemuan di masa depan dengan patogen tersebut. Proses imunitas yang diterima adalah basis dari vaksinasi.

E. Proses Pembuatan Vaksin

Vaksin dihasilkan dari kuman (atau bagian dari tubuh kuman) yang menyebabkan penyakit. Sebagai contoh vaksin campak dihasilkan dari virus campak, vaksin polio dihasilkan dari virus polio, vaksin cacar dihasilkan dari virus cacar, dll. Perbedaanya terletak pada cara pembuatan vaksin tersebut.

Terdapat 2 jenis vaksin, hidup dan mati. Untuk membuat vaksin hidup, virus hidup dilemahkan dengan melepaskan virus kedalam tisu organ dan darah binatang (seperti ginjal monyet dan anjing, embrio anak ayam, protein telur ayam dan bebek, serum janin sapi, otak kelinci, darah babi atau kuda dan nanah cacar sapi) beberapa kali (dengan proses bertahap) hingga kurang lebih 50 kali untuk mengurangi potensinya.

Kuman yang lemah ini kemudian dikuatkan dengan Adjuvan (perangsang anti bodi) dan stabilisator (sebagai pengawet untuk mempertahankan khasiat vaksin selama disimpan).

Campuran virus atau bakteri, bahan kimia beracun dan bagian tubuh binatang yang berpenyakit inilah yang disuntikan kedalam tubuh anak atau orang dewasa ketika mendapatkan vaksinasi. Menurut CDC AS, bahan tambahan dicampurkan ke dalam vaksin untuk meningkatkan reaksi imun, mencegah pencemaran mikroba dan memperkuat formula vaksin, serta untuk memastikan vaksin tersebut stabil, bebas kuman dan aman.

F. Proses perlawanan Antibodi terhadap Antigen

Jika terdapat antigen (benda asing yang masuk ke dalam tubuh) terdeteksi, maka beberapa tipe sel bekerjasama untuk mencari tahu siapa mereka dan memberikan respons. Sel-sel ini memicu limfosit B untuk memproduksi antibodi, suatu protein khusus yang mengarahkan kepada suatu antigen spesifik. Antibodi sendiri bisa menetralisir toksin yang diproduksi dari berbagai macam organisme, dan juga antibodi bisa mengaktivasi kelompok protein yang disebut komplemen yang merupakan bagian dari sistem imun dan membantu menghancurkan bakteri, virus, ataupun sel yang terinfeksi.


G. Imunisasi

Macam-macam imunisasi :


1. Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin)

Vaksin ini berguna untuk mencegah penyakit TBC

2. Vaksin Hepatitis B

Vaksin ini berguna untuk melindungi dari virus penyebab penyakit hepatitis B

3. Vaksin Polio

Vaksin ini berguna untuk melindungi dari polio yang menyebabkan kelumpuhan

4. Vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)

Vaksin ini berguna untuk melindungi anak dari difteria (infeksi tenggorokan dn saluran pernafasan yang fatal serta berpotensi menyebabkan kematian), pertusis (batuk rejan) dan tetanus

5. Vaksin Campak

Vaksin ini berguna untuk mencegah penyakit campak

6. PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine)

Melindungi bayi dan balita dari penyakit Invasive Pneumococcal Disease (IPD) yang disebabkan oleh bakteri streptococcus pneumoniae yang menyebar melalui darah dan bersifat merusak (invasive). Jenis penyakit yang tergolong IPD adalah radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi darah (bakteremia).

7. Vaksin Hibvaksin

Vaksin ini berguna untuk melindungi bayi dan balita dari serangan meningitis, pneumonia, dan epiglotitis

8. MMR (Mumps, Measles, Rubella)

Berguna untuk melindungi batita dan anak-anak dari campak, gondongan, dan rubella (campak jerman)

9. Tifoid

Melindungi batita dan anak-anak dari penyakit tifus

10. Influensa

Melindungi bayi dan anak-anak dari kemungkinan terkena flu berat (penyakit yang disebabkan oleh virus influensa)

11. Varicella

Melindungi anak-anak dari penyakit cacar air

12. Hepatitis A

Melindungi batita dan anak-anak dari penyakit hepatitis A

13. HPV (Human Papilloma Virus)

Melindungi anak-anak dari virus Human Papiloma Virus (penyebab kanker serviks)


Proses terbentuknya kekebalan tubuh

Apabila tubuh mendapatkan serangan dari benda asing maupun infeksi mikroorganisme (kuman penyakit, bakteri, jamur, atau virus) maka sistem kekebalan tubuh akan berperan dalam melindungi tubuh dari bahaya akibat serangan tersebut. Ada beberapa macam imunitas yang dibedakan berdasarkan cara mempertahankan dan berdasarkan cara memperolehnya.

Mikrobia untuk dapat menginfeksi bagian organ yang lebih dalam terlebih dahulu harus berhasil menembus penghalang luar yaitu kulit dan membran mukosa. Apabila sudah berhasil melewati pertahanan pertama maka harus menghadapi pertahanan kedua yaitu fagositosis (protein antimikrobia).

Berdasarkan cara mempertahankan diri dari penyakit, imunitas dibedakan menjadi dua, yaitu imunitas nonspesifik dan imunitas spesifik. Adapun berdasarkan cara memperolehnya dibedakan menjadi kekebalan aktif dan kekebalan pasif. Berikut ini akan dibahas jenis-jenis kekebalan satu persatu dan proses pembentukan antibodi. Tabel 11.1 di bawah ini akan memperjelas tentang lapisan pertahanan yang dilakukan oleh tubuh.

Tabel 11.1 Beberapa Lapis Pertahanan (Imun)

Imun Nonspesifik

Imun Spesifik

Pertahanan Pertama

Pertahanan Kedua

Pertahanan Ketiga

Kulit

Membran mukosa dan cairan sekresinya

Sel fagosit Protein antimikrobia Reaksi peradangan

Limfosit Antibodi


H. Proses penularan virus influenza dan cara perlawanan antibodi terhadap virus influenza


Nama Virus : Myxovirus

Klasifikasi :

ü Ribonucleic Acid (RNA)

Penyakit :

ü Influenza atau disebut juga flu merupakan penyakit akut yang umum terjadi pada semua orang.

Penularan :

ü Penyakit ini sangat mudah menular melalui saluran pernafasan, orang yang daya tahan tubuhnya lemah lebih berisiko terkena influenza, dan akan lebih parah pada mereka yang mempunyai penyakit kronis. Biasanya penularan penyakit ini melalui udara.

Gejala :

ü Ciri khas yang tampak dari penyakit ini berupa gejala gangguan keadaan umum dan gangguan pernafasan yang timbulnya mendadak seperti panas,nyeri otot, sakit kepala, rasa lemas yang luar biasa, batuk yang tidak produktif, nyeri tenggorokan dan pilek. Pada anak-anak dapat menyebabkan otitis media, nausea dan muntah-muntah.

ü Pada sebagian besar orang, penyakit influenza akan sembuh sendiri akan tetapi batuk dan kelemahan umum dapat menetap sampai lebih dari dua minggu. Bagi sebagian orang yang sebelumnya sudah memiliki gangguan paru dan jantung, influenza dapat menimbulkan penyakit radang paru-paru sekunder

ü Pada anak-anak, penyakit ini dapat menimbulkan panas tinggi sehingga menyerupai sepsis dan 20 persen dari anak-anak yang dirawat inap mengalami kejang demam.


Penanganan/pencegahan :


ü Vaksin yang diberikan merupakan vaksin influenza dari virus yang sudah inaktif dan diberikan secara suntikan intramuskuler di daerah deltoid pada orang dewasa atau anak-anak pada daerah paha anterolateral.

ü Pengobatan dengan cara oral ataupun external

»»  READMORE....

Sabtu, 20 Juli 2013

Rahwana

Rahwana (Prabu Dasamuka) iku salah sijine paraga ing wiracarita Ramayana. Prabu Dasamuka utawa Rahwana iku putrane mbarep Resi Wisrawa lan Dewi Sukesi, putrine Prabu Sumali, nata ingAlengka.



Laire Rahwana

Nalika lahire, ing jagad ana ngalamat ala warna-warna, kayata: udan getih, cahyane Bagaswara katon surem kucem, ing akasa akeh cleret taun pating sliwer tiba ing bantala-bantalan, buta, siluman, jinjin, setan, peri pahrayangan padha ngaton lan jejogetan.

Laire Dasamuka saka guwa garba ora kaya salumrahe bayi. Sepisanan Sang Dewi Sukesi nglairake sirah bayi cacahe sepuluh kang rupane medeni banget. Pakulitane biru, netrane abang angatirah, siyunge mingis-mingis. Sabanjure Dewi Sukesi nglairake lengen bayi cacahe rong puluh, nuli disusul perangan awak liyane.

Dening Resi Wisrawa, jabang bayi kang mustakane (sirahe) cacah sepuluh, bahu lan tangane cacah rong puluh iku banjur kaparingan asma kang salaras karo kahanane, yaiku Dasamuka (,rai sepuluh), uga sinebut Dasawardana, Dasanana, Dasawaktra, Dasasya, Sasasira, Dasagriwa (,gulu sepuluh) lan Wingsatibahu

Cilik tekan Diwasa

Wiwit cilik Dasamuka digegala dening ingkang eyang Prabu Sumali, supaya seneng ulah kasutapan lan prihatin, saengga ing tembe dadi wong sing digdaya sekti mandraguna tanpa tandhing, darbe kaluwihan ngungkuli sapa bae. Wiwit cilik tekane diwasa Dasamuka lan adhi-adhine padha urip ing pertapan, lan mertapa tanpa mangan lan ngombe ing pucuking gunung Gohkarna lawase seket taun. Saben limang taun, sirahe dipothol siji, dilebokake ing geni sesaji.

Bareng wis ganep seket warsa, Dasamuka karawuhan bathara Syiwa (Bathara Guru). Dasamuka kaparengake darbe panuwun, lan panuwune mau bakal diudaneni. Dasamuka nyuwun aji jaya kawijayan kang linuwih, jagad ora ana sing bisa nandhingi. Aja nganti bisa mati mungsuh manungsa, naga, garudha, buta/raseksa, apsara, widadara apadene dewa. Kabeh makhluk urip ing saindhenge jagad kudu bisa dikuwasani kanthi gampang. Bathara Guru ngabulake panyuwune Dasamuka, amung welinge yen ana kethek putih, Dasamuka ora dikeparengake ngina, apamaneh gawe cintrakane. Awit amung kethek putih iku kang bisa ngasorake yudane Dasamuka.

Sapurnane mertapa, Dasamuka tumuli kasengkakake ngaluhur jumeneng nata ing Alengka, nglintir keprabone ingkang eyang, Prabu Sumali. Sawise jumeneng ratu, Dasamuka nedya ngenggar-enggar panggalihe ing Gunung Kelasa. Lagi wae arep munggah gunung dumadakan ketemu dewa wujud wanara seta, bebisik Bathara Nandiswara. Nandiswara ngalang-alangi Dasamuka supaya aja mbacut, awit ing puncake gunung iku lagi dienggo lelangen Bathara Sangkara (Sang Hyang Syiwa) ora kersa dicedhaki sapa wae. Dasamuka ora mreduli, malah nandukake pangina marang Sang Nandiswara, amarga priksa wujude kethek kang lucu. Nandhiswara duka lan ndhawahake upata (sot) yen ing tembe negarane Dasamuka bakal dirusak dening titah awujud kethek putih. Sabanjure Dasamuka ngongasake kasektene. Tangane loro dijojohake ing sukuning Gunung Kelasa disangga nedya diumbulake.

Tumindake Dasamuka gawe kagete Bathara Sangkara kang tumuli nindhihake jempol samparane kiwa ing puncaking gunung Kelasa, satemah gunung ora obah. Tangane Dasamuka loro pisan kejepit Gunung Kelasa, ora bisa dilolos, malah obah wae ora bisa. Jalaran kelaran banget, Dasamuka mbengok sora. Swarane ngumandhang ing akasa, agawe girise tribawana. Suwe-suwe Bathara Sangkara tuwuh welase, panindhihe dikendhoni, saengga Dasamuka bisa nglolos tangane. Bathara Sangkara nuli paring asma anyar marang Dasamuka: Rawana. saka tembung "Rawa" kang tegese arane swara sora nggegirisi. Dudu Rahwana kaya kang asring dikocapake para dhalang, kang asring dikerata basa dadi tembung "Rah" tegese getih, lan "wana" tegese alas, kang maknane Dasamuka kuwi kadadeyan saka "getih ing alas". Kuwi salah kaprah. Sing bener "Rawana" tanpa aksara "h", dudu Rahwana.

Sedulur-sedulure

Dasamuka duwe adhi cacah telu, yakuwi Kumbakarna (wujud buta sagunung anakan), Dewi Sarpakenaka (wujud raseksi), lan Wibisana (wujud satriya bagus). Karo Prabu Danaraja (Danapati), Dasamuka kaprenah kadang seje ibu nunggal rama. Ibune Prabu Danaraja asmane Dewi Lokati, putrane Prabu Lokawana ratu Lokapala.

Prameswarine Prabu Dasamuka widodari asmane Dewi Tari, peputra kakung siji asma Indrajit iya Meganandha. Karo garwa liyane, Prabu Dasamuka apeputra Trisirah, Trikaya, Trimuka, Trinetra, Triweneh, Dewantaka, Dewantumut, Narantaka, Sagsadewa, lan Pratalamaryam iya Bukbis. Trikaya lan Trimuka iku putra kembare Dasamuka patutan saka Dewi Wisandi. Sedulur kembar iki dicritakake duwe kasekten kang bisa urip maneh yen dilangkahi kunarpane karo kembarane. Dening Kapi Anoman sedulur kembar iki disirnakake kanthi mbenthusake/ngadu sirahe, saengga kalorone mati bareng.



Gegaman lan aji-aji

Gegamane Prabu Dasamuka maneka warna, nanging kang kerep kasebut lan adhakan digunakake yaiku Candrasa,wujude klewang cilik (cendhak), jemparing Kalabardhani, lan pedhang Menthawa.

Aji-ajine aran Pancasunya (Pancasona) peparinge Resi Subali. Dayane aji Pancasunya, yen Dasamuka ngemasi ing sajabaning pepesthen, bisa waluya jati maneh. Amarga darbe aji Pancasunya, watak-wantune Dasamuka sangsaya angkara murka lan adigang adigung adiguna. Akeh para ratu, para raja sakiwa tengene negara Alengka kang ditelukake sarana linawan bandayuda, kayata negara Lokapala, Maespati, Ayodya, Mantili, lan sapiturute. Kejaba kuwi uga akeh para pandhita kang padha dipateni jalaran ora sarujuk karo tumindake Dasamuka sing ndusta Dewi Sinta, garwane Prabu Rama ing Pancawati.

Sila Keempat

Ing perang Giriantara, yaiku perang antarane negara Alengka (utawa Lanka, versi Indhia) lumawan Pancawati dadi rame amarga Prabu Rama dibiyantu dening para wanara. Pungkasane Dasamuka iya Rahwanaa bisa disirnakake dening Prabu Ramawijaya srana ditamani senjata pamungkas wujud jemparing paringane dewa aran Kiai Guhyawijaya. Dadi dudu jemparing Kiai Guwawijaya sing asring sok dikocapake Ki Dhalang kae. Kuwi salah kaprah, jalaran tembung Guhyawijaya kuwi mengku teges, Guhya tegese gaib,dene wijaya tegese kemenangan, dadi cethane Guhyawijaya kuwi tegese "kemenangan kang sinandhi/gaib").

Prabu Rama anggone ngasorake Dasamuka kuwi sejatine mung kinarya lantaran tumrap Bathara Wisnu anggone bakal mbrasta tumindha dur angkara murka kang tumanduk ana anggane Prabu Dasamuka.

Bareng Dasamuka ketaman Guhyawijaya ora bisa obah amarga pusaka iku tumanem ana pusere Dasamuka nganti tembus tekan gigir lan bedhore jemparing tumancep ing watu kemlasa. Bareng Dasamuka wis ora bisa obah owah maneh, uli ragane ditableg gunung Pangungrungan (Somawana) dening Anoman saengga Dasamuka pralaya. Sapurnane perang brubuh iku, Alengka banjur diwenehke marang Wibisana.
»»  READMORE....

Summary of Harry Potter and the Deathly Hallows

My task from my teacher when I was at Junior High School. Sorry for the grammar mistake. But, let's share. I hope it can be useful for you guys.


Harry and his friends, Ron and Hermione, do not attend Hogwarts but seek instead the remainingHorcruxes containing Voldemort’s soul. The protection offered by living at Harry's aunt’s house has ended and they are all in danger. Harry’s cousin Dudley for the first time shows feelings of appreciation and warmth toward Harry.

The Order of the Phoenix moves Harry and his family to safety. The Order have created a series of decoy Harrys using polyjuice potion. Snape has discovered the date of Harry’s planned escape and the Death Eaters attack. Auror Mad Eye Moody is killed and George Weasley is injured. Harry arrives at the Weasleys who are preparing for the wedding of Ron’s brother, Bill, and Fleur dela Cour. The wedding is interrupted by the Minister of Magic who delivers certain magical objects left in Dumbledore’s will to Harry, Ron and Hermione. The end of the wedding is marred by a Death Eater attack.

The ministry falls and Harry, Ron and Hermione hide at Sirius Black’s house in London. Harry achieves an approach with Kreacher, the Blacks' House Elf, and learns that the Slytherin Locket had been switched by Sirius’ brother Regulus and later stolen by Mundungus Fletcher. Harry has Kreacher track down Fletcher and learns that the locket has come into the possession of evil Doris Umbridge at the Ministry of Magic. Harry, Ron and Hermione, disguised, invade the ministry and obtain the locket. They are pursued and must flee to the countryside. Unable to destroy the Horcrux they search for the remaininghorcruxes and puzzle out Dumbledore’s gifts (A Deluminator, a wizards fairytale book and a used snitch).

Ron, angered by Harry’s inaction and trademark self absorption, quits the group leaving Hermione distraught. Harry and Hermione study Dumbledore’s past including his infatuation and later conflict with dark wizard Grindelwald, his quarrel with brother Aberforth, and his apparent neglect of his tragic, strange sister Ariana. Harry and Hermione go to Godric’s Hollow and find Harry’s parents graves and the house where they had lived, and then visit Bathilda Bagshot. Bathilda however is dead, her body possessed by Voldemort’s snake familiar, Nagini. Harry and Hermione barely escape.

At the Forest of Dean, Harry leaves their tent, follows a mysterious doe patronus and finds the sword of Griffindor in a frozen pool. Pulled into the pool by the Horcrux lockett, he is saved by Ron who had used the deluminator to find Harry and Hermione again. Harry has Ron destroy the Horcrux with the sword. Reunited, they remember that one sign from the fairytale book had been worn by Xenophilus Lovegood at the wedding. Xenophilus told them of the three deathlyhallows that would allow a wizard to defeat death: the invisibility cloak, which Harry realizes he has, the resurrection ring, also a horcrux Voldemort’s grandfather had owned and Dumbledore broke, and, finally, the elder wand which Voldemort seeks. Harry elects to continue seeking the Horcruxes and not the Hallows.

Captured by a squad of Voldemort supporters led by Fenrir the werewolf, they are taken to Lucius Malfoy’s house, then under the authority of Bellatrix Lestrange. They find Luna Lovegood, Olivander and a Goblin, Griphook, already hostage. Harry calls Doby the House Elf who arranges their escape, losing his life in the process. Harry realizes from Bellatrix Lestrange’s behaviour that she has a horcrux in her vault and agrees to deliver Griffindor’s sword to Griphook if he helps them break into Gringotts bank. They succeed and obtain the horcrux, a cup from Hufflepuff, and then flee Gringott’s on a dragon. They go to Hogworts to seach for the remaining undiscovered horcrux, the diadem of Ravenclaw. Harry finds it by asking the Gray Lady, Ravenclaw's ghost. He tries to take it but it is destroyed in fiendfire started by Draco's sidekick. Professor McGonnagall begins evacuation of younger students, anti Voldemort wizards begin to assemble for the defense and Voldemort attacks.

In a fierce battle, Percy rejoins his family, Fred, Remus and Tonks are killed and Voldemort orders Harry to give himself up. Harry searches for Nagini to kill her but finds Snape just after Voldemort has mortally wounded him (to become master of the elder wand he thinks). Harry reading Snape's thoughts penseive style learns of Snapes hopeless undying love for his mother Lily and his unwavering secret loyalty to Dumbledone. Harry realizing he has to be killed by Voldemort surrenders but when Voldemort tries to kill him, he only succeeds in killing the part of his soul left in Harry 17 years before. Harry has a vision where he talks to Dumbledore in what appears to be a waystation between this world and the next. He chooses to return to life and plays dead with Narcissa Malfoy's connivance until Voldemort has him carried back to Hogwarts. There he awakens for the final climactic duel where Mrs. Weasley kills Bellatrix and Harry kills Voldemort.
Years later, Harry has married Ginny Weasley and the two in addition to their own children have raised Tonks and Remus child Teddy. Ron and Hermione have married as well and Draco has somehow been rehabilitated and is at least minmally civil. The story ends at King's Cross station as the younger generation goes off to school.
»»  READMORE....

Resensi Buku "Seperti Bintang"

Ini adalah tugas Bahasa Indonesiaku waktu di SMA 1 Surakarta bersama teman sebangkuku, semoga bisa jadi referensi buat kalian.

RESENSI BUKU


I. Identitas Buku


a. Judul : Seperti Bintang

b. Pengarang : Regina Feby

c. Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

d. Tempat penerbitan : Jakarta

e. Tahun penerbitan : 2005

f. Jumlah halaman : 224 halaman

g. Ukuran buku : 20x13,5 cm

h. Harga buku : Rp 25.000,00

i. Warna sampul : kuning



II. Sinopsis


“Ke Bali yuk!” ajak Lala. Ide-idenya memang selalu di luar dugaan, tapi tiga temannya nggak nyangka dia bakal segila ini.

“Hah? Naik apa?” tanya April, berhubung mobilnyalah yang biasa jadi transportasi mereka berempat.

“Mobil lo dong!” jawab Lala ringan.

Kontan semua nolak. Niken sudah punya rencana sendiri dengan pacar baru yang disembunyiin dari teman-temannya. Mandy yang atlet renang, harus rutin latihan renang karena bakal ada perlombaan. April sulit minta izin sama ortunya, ke sekolah aja urusannya panjang, apalagi ke Bali! Cewek semua lagi!

Ternyata di menit-menit terakhir, empat sahabat itu malah menyanggupi tantangan Lala. Alasan mereka sama, mereka mungkin tidak akan bisa berlibur bareng lagi, semua kan bakal kuliah di tempat yang berbeda.

Dimulailah perjalanan liburan yang diwarnai dengan ketawa-ketawa, foto-foto, dan cerita seru sepanjang jalan, namun kemudian satu demi satu rahasia terbongkar. Persahabatan mereka terancam hancur, masing-masing marah karena merasa dibohongi. Ternyata Lala lari dari rumah karena kesal orang tuanya akan bercerai. Niken sedang menjauhi cowok baru rahasianya karena curiga si cowok selingkuh dengan cewek lain. Mandy memutuskan untuk berhenti renang. April yang tidak punya rahasia, ikut-ikutan terkena omelan.

Namun pada akhirnya semua masalah dapat terselesaikan. Lala bisa menerima perceraian yang dijalani orang tuanya. Niken pun sudah tidak merahasiakan hubungannnya dengan Kafka dan kesalahpahaman dengan Moniq sudah terselesaikan karena ternyata Moniq hanyalah saudara tiri Kafka yang baru. Mandy yang awalnya berhenti berenang karena prestasinya menurun dan tidak bisa menikmati masa mudanya akhirnya memutuskan untuk kembali berenang atas dorongan teman baru yang ditemuinya di Bali, Okan, cowok yang ternyata merupakan pengagum rahasianya. Mandy pun menemukan cinta pertamanya. April yang polos memaafkan teman-temannya yang tiba-tiba mengomelinya dan permusuhan April dengan tetangganya yaitu Ivan berakhir menjadi kisah cinta semenjak Ivan mengikuti dan menjaga April selama berlibur ke Bali atas perintah ibu April.

Mereka berempat masih saling berhubungan walaupun terpisah oleh jarak dan waktu. Saat libur kuliah, mereka berempat serta Kafka dan Ivan menyempatkan untuk menghabiskan waktu bersama. Mereka pun menyadari bahwa teman itu seperti bintang. Kadang terlihat, kadang tidak. Tapi kita tahu dia selalu ada di sana.



III. Unsur Intrinsik


a. Tema : Persahabatan

b. Alur/plot : Maju

c. Penokohan :

· Mandy : rajin, tekun, pendiam, dingin

· April : polos, tidak cepat tanggap, cinta damai

· Niken : dewasa, pintar, serius, berkharisma, perfeksionis

· Lala : periang, gegabah, cerewet, kreatif

· Kafka : rendah hati, tulus, pendiam

· Ivan : jahil, lucu, peduli

· Okan : suka menyemangati, baik hati

· Moniq : pendendam

· Oom Akira : tegas, bijaksana

· Ayah Lala : cuek, teguh, tidak dewasa

· Ibu Lala : cerewet, tabah, tidak dewasa

· Ibu April : posesif

· Gaby : pengertian

d. Latar/setting :

· Tempat : SMU YPC, ruang OSIS, rumah April, kolam renang

Tirta Air, penginapan di Bali, pantai Kuta Bali, rumah Niken, cafe Taman Bali, rumah Mandy, kota Anyer, jalan ke Bali, mobil April, rumah Lala, toserba, kapal penyebrangan, bandara Ngurah Rai, rumah Okan, bandara Soekarno-Hatta, pesawat

· Waktu : pagi, siang, sore, malam, liburan

· Suasana : sedih, senang, tegang, kacau, romantis, lucu, kaku

e. Sudut pandang : orang ketiga

f. Amanat :

· Jangan mudah menyerah

· Hendaknya kita belajar ikhlas

· Hendaknya menghadapi masalah dengan kepala dingin

· Jangan suka berbohong dan membohongi perasaan diri sendiri

· Hendaknya menjalin persahabatan dalam suka dan duka

IV. Keunggulan dan Kelemahan Buku

Novel berjudul Seperti Bintang ini, mempunyai keistimewaan dalam bidang penyajian. Sampul buku bergambar empat orang perempuan dengan karakteristik masing-masing yang merupakan tokoh utama dalam novel sehingga pembaca lebih mudah mengimajinasikan karakter yang ada. Pembaca dapat menemukan gambar-gambar dan symbol-simbol yang menarik sehingga mencegah kejenuhan dalam membaca. Selain itu, tampilan huruf dibuat sedemikian rupa sehingga membuat mata nyaman membacanya. Kalimat dalam novel ini juga disusun dengan baik dan tidak ada kesalahan dalam pengejaannya.

Novel ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami pembaca. Memang menggunakan bahasa gaul, tetapi penulis mampu mengkombinasikan antara bahasa gaul yang sering dipergunakan anak muda dengan bahasa baku sehingga membuahkan sebuah novel yang berkualitas dari segi bahasa. Pemilihan kata yang dipergunakan penulis sangat tepat dan menambah kenyamanan dalam membaca di samping jalan cerita yang baik.

Ditengah-tengah maraknya novel yang bertema percintaan, novel ini hadir membawa nuansa baru dengan mengangkat tema dari sisi lain kehidupan remaja. Sebuah pengajaran tentang arti sahabat yang sesungguhnya dapat kita peroleh dari cerita yang dipaparkan dalam novel ini. Meskipun tema yang diangkat merupakan tema ringan, namun konfilk dan berbagai kejadian yang ada dalam novel dikemas dengan apik dan menimbulkan penasaran dalam benak pembaca untuk mengetahui kelanjutan kisah yang ada. Karena persahabatan merupakan suatu hal yang familiar bagi pembaca, maka kisah dalam novel ini merupakan cerminan bagian diri para pembaca. Sehingga, pembaca merasa seperti terjun dan mengalami langsung kejadian demi kejadian dalam novel.

Novel ini memberikan amanat yang berpengaruh besar untuk kehidupan seorang remaja dalam menjalani masa mudanya. Pepatah yang terdapat pada bagian akhir cerita dapat menjadi refleksi yang dalam bagi kehidupan persahabatan siapapun yang membacanya.

“Teman itu seperti bintang. Kadang terlihat, kadang tidak. Tapi kita tahu dia selalu ada di sana."

Meskipun novel ini mempunyai banyak kelebihan, namun tak luput dari kekurangan. Salah satu yang nampak adalah jalan cerita yang banyak mengandalkan unsur kesengajaan di dalamnya. Misalnya, para tokoh sama-sama mendapatkan masalah dalam satu waktu yang sama. Selain itu, kelemahan lainnya adalah jalan cerita yang membuat pembaca mudah untuk menebak bagian akhir kisah dalam novel.



V. Arah dan Sasaran Pemilihan Buku


Karena novel ini tergolong novel teenlit, maka sasaran utama penulis adalah kaum remaja. Yang mana kisah ini ditulis dari kejadian sehari-hari yang dialami oleh remaja. Namun, tidak menutup kemungkinan novel ini dibaca oleh kalangan yang lebih muda maupun tua. Karena kisah di dalam novel ini dapat menjadi pelajaran bagi kehidupan semua kalangan.



VI. Unsur Bahasa yang Digunakan


Tokoh yang ada dalam novel ini nampaknya digambarkan sebagai orang Jakarta. Hal ini dapat diketahui dari penggunaan kata-kata gaul seperti “lo” dan “gue” yang dalam bahasa baku berarti “kamu” dan “saya”. Bahasa yang digunakan merupakan campuran bahasa gaul dan bahasa baku. Namun, penulis menuliskannya ke dalam bahasa yang mudah dipahami.



VII. Tujuan Pengarang Buku


Dari dulu penulis terobsesi membuat cerita tentang petualangan gadis-gadis yang memecahkan misteri, seperti mencari hantu atau menyelamatkan dunia dari makhluk asing yang mau menghancurkan bumi. Namun, penulis sendiri memiliki sifat yang penakut sehingga perjalanan mobil berisi empat gadis yang seharusnya tersesat di dunia lain diubahnya menjadi perjalanan memecahkan misteri jenis lain, yaitu misteri hidup yang namanya persahabatan. Penulis ingin mengungkap misteri persahabatan lewat novel ini.



VIII. Harapan dan Saran


Saran untuk novel Seperti Bintang ini supaya jalan cerita bisa dibuat lebih mendalam sehingga pembaca menjadi sulit untuk menebak akhir bagian cerita. Dan memberikan inovasi yang lebih kreatif dalam cerita.

Hal yang diharapkan adalah agar dunia pernovelan Indonesia bisa lebih maju dan berkualitas dalam pengangkatan tema. Karena pembaca memerlukan variasi dalam memperoleh bacaan yang dapat memberi pelajaran moral dan tidak melulu tentang persoalan cinta.
»»  READMORE....

Umar bin Khattab

Umar bin Khattab bin Nafiel bin Abdul Uzza

Umar bin Khattab (581 - November 644)

(عمر ابن الخطاب)



"Ya Allah...buatlah Islam ini kuat dengan masuknya salah satu dari kedua orang ini. Amr bin Hisham atau Umar bin Khattab." Salah satu dari doa Rasulullah pada saat Islam masih dalam tahap awal penyebaran dan masih lemah. Doa itu segera dikabulkan oleh Allah. Allah memilih Umar bin Khattab sebagai salah satu pilar kekuatan islam, sedangkan Amr bin Hisham meninggal sebagai Abu Jahal.


· Latar Belakang


Umar bin Khattab dilahirkan 12 tahun setelah kelahiran Rasulullah saw. Ayahnya bernama Khattab dan ibunya bernama Khatmah. Perawakannya tinggi besar dan tegap dengan otot-otot yang menonjol dari kaki dan tangannya, jenggot yang lebat dan berwajah tampan, serta warna kulitnya coklat kemerah-merahan.


Beliau dibesarkan di dalam lingkungan Bani Adi, salah satu kaum dari suku Quraisy. Beliau merupakan khalifah kedua didalam islam setelah Abu Bakar As Siddiq.


Nasabnya adalah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qarth bin Razah bin 'Adiy bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib. Nasab beliau bertemu dengan nasab Nabi pada kakeknya Ka'ab. Antara beliau dengan Nabi selisih 8 kakek. lbu beliau bernama Hantamah binti Hasyim bin al-Mughirah al-Makhzumiyah. Rasulullah memberi beliau "kun-yah" Abu Hafsh (bapak Hafsh) karena Hafshah adalah anaknya yang paling tua; dan memberi "laqab" (julukan) al Faruq.






· Umar Bin Khattab Masuk Islam


Sebelum masuk Islam, Umar bin Khattab dikenal sebagai seorang yang keras permusuhannya dengan kaum Muslimin, bertaklid kepada ajaran nenek moyangnya, dan melakukan perbuatan-perbuatan jelek yang umumnya dilakukan kaum jahiliyah, namun tetap bisa menjaga harga diri. Beliau masuk Islam pada bulan Dzulhijah tahun ke-6 kenabian, tiga hari setelah Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam.


Ringkas cerita, pada suatu malam beliau datang ke Masjidil Haram secara sembunyi-sembunyi untuk mendengarkan bacaan shalat Nabi. Waktu itu Nabi membaca surat al-Haqqah. Umar bin Khattab kagum dengan susunan kalimatnya lantas berkata pada dirinya sendiri- "Demi Allah, ini adalah syair sebagaimana yang dikatakan kaum Quraisy." Kemudian beliau mendengar Rasulullah membaca ayat 40-41 (yang menyatakan bahwa Al Qur'an bukan syair), lantas beliau berkata, "Kalau begitu berarti dia itu dukun." Kemudian beliau mendengar bacaan Nabi ayat 42, (Yang menyatakan bahwa Al-Qur'an bukan perkataan dukun.) akhirnya beliau berkata, "Telah terbetik lslam di dalam hatiku." Akan tetapi karena kuatnya adat jahiliyah, fanatik buta, pengagungan terhadap agama nenek moyang, maka beliau tetap memusuhi Islam.


Kemudian pada suatu hari, beliau keluar dengan menghunus pedangnya bermaksud membunuh Nabi. Dalam perjalanan, beliau bertemu dengan Nu`aim bin Abdullah al 'Adawi, seorang laki-laki dari Bani Zuhrah. Lekaki itu berkata kepada Umar bin Khattab, "Mau kemana wahai Umar?" Umar bin Khattab menjawab, "Aku ingin membunuh Muhammad." Lelaki tadi berkata, "Bagaimana kamu akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhrah, kalau kamu membunuh Muhammad?" Maka Umar menjawab, "Tidaklah aku melihatmu melainkan kamu telah meninggalkan agama nenek moyangmu." Tetapi lelaki tadi menimpali, "Maukah aku tunjukkan yang lebih mencengangkanmu, hai Umar? Sesuugguhnya adik perampuanmu dan iparmu telah meninggalkan agama yang kamu yakini."


Kemudian dia bergegas mendatangi adiknya yang sedang belajar Al Qur'an, surat Thaha kepada Khabab bin al Arat. Tatkala mendengar Umar bin Khattab datang, maka Khabab bersembunyi. Umar bin Khattab masuk rumahnya dan menanyakan suara yang didengarnya. Kemudian adik perempuan Umar bin Khattab dan suaminya berkata, "Kami tidak sedang membicarakan apa-apa." Umar bin Khattab menimpali, "Sepertinya kalian telah keluar dari agama nenek moyang kalian." Iparnya menjawab, "wahai Umar, apa pendapatmu jika kebenaran itu bukan berada pada agamamu?" Mendengar ungkapan tersebut Umar bin Khattab memukulnya hingga terluka dan berdarah, karena tetap saja saudaranya itu mempertahankan agama Islam yang dianutnya, Umar bin Khattab berputus asa dan menyesal melihat darah mengalir pada iparnya.


Umar bin Khattab berkata, 'Berikan kitab yang ada pada kalian kepadaku, aku ingin membacanya.' Maka adik perempuannya berkata," Kamu itu kotor. Tidak boleh menyentuh kitab itu kecuali orang yang bersuci. Mandilah terlebih dahulu!" lantas Umar bin Khattab mandi dan mengambil kitab yang ada pada adik perempuannya. Ketika dia membaca surat Thaha, dia memuji dan muliakan isinya, kemudian minta ditunjukkan keberadaan Rasulullah.


Tatkala Khabab mendengar perkataan Umar bin Khattab, dia muncul dari persembunyiannya dan berkata, "Aku akan beri kabar gembira kepadamu, wahai Umar! Aku berharap engkau adalah orang yang didoakan Rasulullah pada malam Kamis, 'Ya Allah, muliakan Islam, dengan Umar bin Khatthab atau Abu Jahl (Amru) bin Hisyam.' Waktu itu, Rasulullah berada di sebuah rumah di daerah Shafa." Umar bin Khattab mengambil pedangnya dan menuju rumah tersebut, kemudian mengetuk pintunya. Ketika ada salah seorang melihat Umar bin Khattab datang dengan pedang terhunus dari celah pintu rumahnya, dikabarkannya kepada Rasulullah. Lantas mereka berkumpul. Hamzah bin Abdul Muthalib bertanya, "Ada apa kalian?" Mereka menjawab, 'Umar (datang)!" Hamzah bin Abdul Muthalib berkata, "Bukalah pintunya. Kalau dia menginginkan kebaikan, maka kita akan menerimanya, tetapi kalau menginginkan kejelekan, maka kita akan membunuhnya dengan pedangnya." Kemudian Nabi menemui Umar bin Khattab dan berkata kepadanya. "... Ya Allah, ini adalah Umar bin Khattab. Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khattab." Dan dalam riwayat lain: "Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan Umar."


Seketika itu pula Umar bin Khattab bersyahadat, dan orang-orang yang berada di rumah tersebut bertakbir dengan keras. Menurut pengakuannya dia adalah orang yang ke-40 masuk Islam. Abdullah bin Mas'ud berkomentar, "Kami senantiasa berada dalam kejayaan semenjak Umar bin Khattab masuk Islam."






· Kepemimpinan Umar bin Khattab


Keislaman beliau telah memberikan andil besar bagi perkembangan dan kejayaan Islam. Beliau adalah pemimpin yang adil, bijaksana, tegas, disegani, dan selalu memperhatikan urusan kaum muslimin. Pemimpin yang menegakkan ketauhidan dan keimanan, merobohkan kesyirikan dan kekufuran, menghidupkan sunnah dan mematikan bid'ah. Beliau adalah orang yang paling baik dan paling berilmu tentang al-Kitab dan as-Sunnah setelah Abu Bakar As Siddiq.


Kepemimpinan Umar bin Khattab tak seorangpun yang dapat meragukannya. Seorang tokoh besar setelah Rasulullah SAW dan Abu Bakar As Siddiq. Pada masa kepemimpinannya kekuasaan islam bertambah luas. Beliau berhasil menaklukkan Persia, Mesir, Syam, Irak, Burqah, Tripoli bagian barat, Azerbaijan, Jurjan, Basrah, Kufah dan Kairo.


Dalam masa kepemimpinan sepuluh tahun Umar bin Khattab itulah, penaklukan-penaklukan penting dilakukan Islam. Tak lama sesudah Umar bin Khattab memegang tampuk kekuasaan sebagai khalifah, pasukan Islam menduduki Suriah dan Palestina, yang kala itu menjadi bagian Kekaisaran Byzantium. Dalam pertempuran Yarmuk (636), pasukan Islam berhasil memukul habis kekuatan Byzantium. Damaskus jatuh pada tahun itu juga, dan Darussalam menyerah dua tahun kemudian. Menjelang tahun 641, pasukan Islam telah menguasai seluruh Palestina dan Suriah, dan terus menerjang maju ke daerah yang kini bernama Turki. Tahun 639, pasukan Islam menyerbu Mesir yang juga saat itu di bawah kekuasaan Byzantium. Dalam tempo tiga tahun, penaklukan Mesir diselesaikan dengan sempurna.


Penyerangan Islam terhadap Irak yang saat itu berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Persia telah mulai bahkan sebelum Umar bin Khattab naik jadi khalifah. Kunci kemenangan Islam terletak pada pertempuran Qadisiya tahun 637, terjadi di masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Menjelang tahun 641, seseluruh Irak sudah berada di bawah pengawasan Islam. Dan bukan hanya itu, pasukan Islam bahkan menyerbu langsung Persia dan dalam pertempuran Nehavend (642), mereka secara menentukan mengalahkan sisa terakhir kekuatan Persia. Menjelang wafatnya Umar bin Khattab di tahun 644, sebagian besar daerah barat Iran sudah terkuasai sepenuhnya. Gerakan ini tidak berhenti tatkala Umar bin Khattab wafat. Di bagian timur mereka dengan cepat menaklukkan Persia dan bagian barat mereka mendesak terus dengan pasukan menyeberang Afrika Utara.


Selain pemberani, Umar bin Khattab juga seorang yang cerdas. Dalam masalah ilmu diriwayatkan oleh Al Hakim dan Thabrani dari Ibnu Mas’ud berkata, ”Seandainya ilmu Umar bin Khattab diletakkan pada tepi timbangan yang satu dan ilmu seluruh penghuni bumi diletakkan pada tepi timbangan yang lain, niscaya ilmu Umar bin Khattab lebih berat dibandingkan ilmu mereka. Mayoritas sahabatpun berpendapat bahwa Umar bin Khattab menguasai 9 dari 10 ilmu. Dengan kecerdasannya beliau menelurkan konsep-konsep baru, seperti menghimpun Al Qur’an dalam bentuk mushaf, menetapkan tahun hijriyah sebagai kalender umat Islam, membentuk kas negara (Baitul Maal), menyatukan orang-orang yang melakukan sholat sunah tarawih dengan satu imam, menciptakan lembaga peradilan, membentuk lembaga perkantoran, membangun balai pengobatan, membangun tempat penginapan, memanfaatkan kapal laut untuk perdagangan, menetapkan hukuman cambuk bagi peminum "khamr" (minuman keras) sebanyak 80 kali cambuk, mencetak mata uang dirham, audit bagi para pejabat serta pegawai dan juga konsep yang lainnya.


Namun dengan begitu beliau tidaklah menjadi congkak dan tinggi hati. Justru beliau seorang pemimpin yang zuhud lagi wara’. Beliau berusaha untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan rakyatnya. Dalam satu riwayat Qatadah berkata, ”Pada suatu hari Umar bin Khattab memakai jubah yang terbuat dari bulu domba yang sebagiannnya dipenuhi dengan tambalan dari kulit, padahal waktu itu beliau adalah seorang khalifah, sambil memikul jagung ia lantas berjalan mendatangi pasar untuk menjamu orang-orang.” Abdullah, puteranya berkata, ”Umar bin Khattab berkata, ”Seandainya ada anak kambing yang mati di tepian sungai Eufrat, maka umar merasa takut diminta pertanggung jawaban oleh Allah SWT.”


Beliaulah yang lebih dahulu lapar dan yang paling terakhir kenyang, Beliau berjanji tidak akan makan minyak samin dan daging hingga seluruh kaum muslimin kenyang memakannya…


Tidak diragukan lagi, khalifah Umar bin Khattab adalah seorang pemimpin yang arif, bijaksana dan adil dalam mengendalikan roda pemerintahan. Bahkan ia rela keluarganya hidup dalam serba kekurangan demi menjaga kepercayaan masyarakat kepadanya tentang pengelolaan kekayaan negara. Bahkan Umar bin Khattab sering terlambat salat Jum'at hanya menunggu bajunya kering, karena dia hanya mempunyai dua baju.


Kebijaksanaan dan keadilan Umar bin Khattab ini dilandasi oleh kekuatirannya terhadap rasa tanggung jawabnya kepada Allah SWT. Sehingga jauh-jauh hari Umar bin Khattab sudah mempersiapkan penggantinya jika kelak dia wafat. Sebelum wafat, Umar berwasiat agar urusan khilafah dan pimpinan pemerintahan, dimusyawarahkan oleh enam orang yang telah mendapat ridha Nabi SAW. Mereka adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, Thalhah bin Ubaidilah, Zubair binl Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqash, dan Abdurrahman bin Auf. Umar menolak menetapkan salah seorang dari mereka, dengan berkata, aku tidak mau bertanggung jawab selagi hidup sesudah mati. Kalau AIlah menghendaki kebaikan bagi kalian, maka Allah akan melahirkannya atas kebaikan mereka (keenam orang itu) sebagaimana telah ditimbulkan kebaikan bagi kamu oleh Nabimu.


· Wafatnya Umar bin Khattab


Pada hari Rabu bulan Dzulhijah tahun 23 H Umar Bin Kattab wafat, Beliau ditikam ketika sedang melakukan Shalat Subuh oleh seorang Majusi yang bernama Abu Lu’luah, budak milik al-Mughirah bin Syu’bah diduga ia mendapat perintah dari kalangan Majusi. Umar bin Khattab dimakamkan di samping Nabi saw dan Abu Bakar as Siddiq, beliau wafat dalam usia 63 tahun.
»»  READMORE....

Hukum Bacaan (Tajwid)

Hukum Bacaan Nun Mati/ Tanwin


Nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) jika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyyah, hukum bacaannya ada 5 macam, yaitu:

Izhar (إظهار)

Izhar artinya jelas atau terang. Apabila ada nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) bertemu dengan salah satu huruf halqi (ا ح خ ع غ ه ), maka dibacanya jelas/terang.

Idgham (إدغام)

Idgham Bighunnah (dilebur dengan disertai dengung)

Yaitu memasukkan/meleburkan huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) kedalam huruf sesudahnya dengan disertai (ber)dengung, jika bertemu dengan salah satu huruf yang empat, yaitu: ن م و ي

Idgham Bilaghunnah (dilebur tanpa dengung)

Yaitu memasukkan/meleburkan huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) kedalam huruf sesudahnya tanpa disertai dengung, jika bertemu dengan huruf lam atau ra (ر، ل)

Iqlab (إقلاب)

Iqlab artinya menukar atau mengganti. Apabila ada nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) bertemu dengan huruf ba (ب), maka cara membacanya dengan menyuarakan /merubah bunyi نْ menjadi suara mim (مْ), dengan merapatkan dua bibir serta mendengung.

Ikhfa (إخفاء)

Ikhfa artinya menyamarkan atau tidak jelas. Apabila ada nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ /نْ) bertemu dengan salah satu huruf ikhfa yang 15 (ت ث ج د ذ س ش ص ض ط ظ ف ق ك ), maka dibacanya samar-samar, antara jelas dan tidak (antara izhar dan idgham) dengan mendengung.

Adapun berikut adalah Huruf - Huruf yang termasuk dalam Hukum bacaan Nun Mati :

1. Idhar { Jika nun mati bertemu dengan salah satu huruf idhar {alif, ha',ha,a'in,gein,kho} maka hukum bacaannya harus jelas }
2. Idgom
a. Idgom bigunnah { ya',nun.mim.wawu } Bacaannya sedikit brdengung dan memasuki huruf sebelumnya
b. Idgom bilagunnah { lam, ra' } Bacaannya jelas dgn memasuki huruf sebelumnya
3. Iqlab { ba'} Bacaannya seperti kemasukan huruf mim pada saat bertemu
4. Ikhfa' { ta, jim, dal, dzal.zain, sin.syin, shod, dzot,to', dzo',fa', qof, kaf } Bacaannya tdk jelas 

Hukum Bacaan Mim Mati

Mim mati (مْ) bila bertemu dengan huruf hijaiyyah, hukumnya ada tiga, yaitu: ikhfa syafawi, idgham mim, dan izhar syafawi.

Ikhfa Syafawi (إخفاء سفوى)

Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan ba (ب), maka cara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibir dan didengungkan.

Idgham Mimi إدغام ميمى)

Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan mim (م), maka cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasyidkan dan wajib dibaca dengung. Idgham mimi disebut juga idgham mislain atau mutamasilain.

Izhar Syafawi (إظهار سفوى)

Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (مْ) dan ba (ب), maka cara membacanya dengan jelas di bibir dan mulut tertutup.
»»  READMORE....

Kamis, 04 Juli 2013

Pariwisata Indonesia : Pantai Sejuta Umat, Parangtritis

Keindahan alam memang harus selalu dijaga, apalagi kita ada di Indonesia. Negara kepulauan yang penuh pesona dan masih alami. Sampai-sampai, ada juga katanya bule yg pas ditanya "Apa Anda tau Indonesia?" jawaban mereka "Oh negara dimana orang-orangnya masih tinggal di hutan itu?". Langsung jatuh pingsan. Entah apa deh alasan dia jawab gitu. Ada banyak pilihan. Karena bulenya nggak gaul alias kudet. Bisa karena Indonesia segitunya di mata dunia. Atau emang mereka taunya karena kebanyakan rakyat Indonesia banyak yang hidup deket hutan. Bisa jadi karena di Indonesia masih hijau dan banyak pohon (ck padahal as you know negara kita adalah negara pemangkas hutan terbanyak dan tercepat). Ah apa alasannya yang penting kita tau kalau kita masih punya SDA yang banyak asal bisa dilestarikan.

Bah, salah satu yang ane mau bahas ttg Pantai Parangtritis. Terletak di Jogja, pantai ini menjadi pantai yg paling diminati orang-orang. Sampai ada lagunya hlo. Tau kan Didi Kempot? Salah satu judul lagunya adalah Parangtritis. Check this out, dude!
Klik disini

Disana juga ada sebuah legenda, namanya Legenda Nyi Roro Kidul. Sebenarnya tergantung kalian mau percaya atau enggak. Kalau aku sih termasuk yang menjadikan itu cuma ya sekedar cerita zaman dahulu kala. Kalau mau tau lebih, saya sediakan link-nya. Karena disini tidak akan membahas tentang itu. Heheu, go visit here!

Letak pantainya disini nih, Jl. Parangtritis km 28 Yogyakarta 55188, Indonesia. Kalau kalian pergi ke Jogja naik kereta, turun di stasiun Tugu. Kalian bisa jalan-jalan sejenak di Malioboro, pusat dagangan yang penuh disepnjang jalan. Terus ke shelter TransJogja, bisa tanya sama yang jaga disana naik bus jalur apa aja kalau mau ke Parangtritis. Cuma bayr 3000, udah bisa muterin Jogja juga. Terus ke terminal Giwangan, naik bis ke Parangtritis langsung. Fee nya sekitar Rp. 10.000, jangan mau dibohongin ya. Terus masuk daerah pantai bayar 3000, biasanya udah masuk ke biaya Rp. 10.000 itu. Itu di hari pas BB udah naik, tapi beberapa hari kemudian nggak tau tarif naik nggak, pokonya berkisar segitu.

Nah, selain naik angkutan umum kalian juga bisa naik motor maupun mobil pribadi. Biasanya transportasi umum hanya beroprasi sampai pukul 17.00.

Ketika matahari sudah condong ke barat dan cuaca cerah, tibalah saatnya untuk bersenang-senang. Meskipun pengunjung dilarang berenang, Pantai Parangtritis tidak kekurangan sarana untuk having fun. Di pinggir pantai ada persewaan ATV (All-terrain Vechile), tarifnya sekitar Rp. 50.000 - 100.000 per setengah jam. Masukkan persneling-nya lalu lepas kopling sambil menarik gas. Brrrrooom, motor segala medan beroda 4 ini akan melesat membawa Anda melintasi gundukan pasir pantai.
Slain itu disana cuci kaki/tangan aja ada jasa yang jual dengan tarif Rp. 1000. 

Kalau kalian takut kesorean pulang, bisa nginap di penginapan disana. Biasanya tarif nginap semalam sekitar Rp. 50.000 keatas. Paling murah Rp. 50.000. Sekalian menikmati pantai malam hari sambil gelar tikar (ongkos pinjam Rp. 10.000) sama makan jagung bakar. Pokonya suasana deburan pantainya amazing banget!


Dokar yang bisa disewa untuk berkeliling pantai

Menjadi ajang untuk megabadikan momen bersama sahabat

Suasana malam hari di pantai, melihat ombak, bintang, dan jagung bakar
Suasana untuk bercanda tawa bersama sahabat di pantai saat malam hari

Jalan setapak di stasiun Tugu, Jogjakarta


Suasana disepanjang jalan Malioboro

Dan yang paling cetar membahana adalah kebersamaan dengan sahabat makan-makan di pinggir jalan yang sudah menjadi hal biasa di sepanjang jalan Malioboro pada waktu pagi hari menjelang siang.

Makan pecel ala kaki lima di jalan Malioboro bersama sahabat-sahabat


Go travel to Jogjakarta!
You'll see a really good view.
»»  READMORE....